Selasa, 31 Januari 2017

Untuk Bumiku



Essay:
“Satu Pohon untuk Jantung Bumi”
(Ifrahil Qolby, SMAIT IQRA’ Bengkulu)

Reboisasi?. Mungkin kita sering mendengar kata itu. Penghijauan kembali kawasan yang telah tandus oleh bibit-bibit tanaman. Bahkan  ada beberapa khalayak yang sudah timbul kesadarannya untuk terjun langsung dalam proses reboisasi. Menanam kembali tanaman, menghijaukan, dan merawatnya jika sudah mulai tumbuh, menjaga dengan sepenuh hati. Namun, berapa persenkah dari milyaran penduduk dunia yang benar-benar turut andil?. Ternyata kurang dari 10% saja!.
Mengapa demikian?, banyak factor yang mempengaruhi. Mulai dari tingkat kepedulian yang masih rendah, berpendapat bahwa perbuatan cinta lingkungan itu hanyalah hal yang membuang waktu, tenaga, dan energi. Apalagi di era modern ini, manusia tidak lagi dituntut untuk “menghormati alam”. Aneka macam teknologi telah  menyebar rata ke pelosok benua sekalipun. Sehingga timbullah berbagai ideologi yang sesat. “untuk apalagi bahan dari alam, kalau semua sudah disediakan oleh mesin?”. “hanya orang berusia lanjut dan tidak modern yang terlalu memperhatikan lingkungan.”
Bila ada yang ber-argumen seperti itu, ingin rasanya menjawab. “walau semua sudah tersedia oleh mesin, setidaknya ‘kita’ adalah makhluk asli dari alam, bukan robot”. Dan “mungkin kau sudah lupa, kita adalah manusia yang makan makanan dari hewan juga sayuran, bukan oli dan mur!”. Sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai makhluk paling berakal yang diciptakan Tuhan di bumi, untuk merawat pemberianNya yang agung.
Di dunia kini telah terjadi berbagai peristiwa yang bisa dibilang gawat. Menurunnya  fungsi paru-paru dunia, mencairnya es di kutub, global warming, dan masih banyak lagi. Andai saja segala peristiwa itu masih terjadi, dan makin parah. Mungkin 20 atau 30 tahun kedepan, wajah generasi manusia selanjutnya, akan berubah seperti monster. Karena tidak adanya lagi air bersih, asupan makanan yang sehat, oksigen untuk dihirup, juga udara yang bersih. Maukah itu terjadi?
Berbagai organisasi lingkungan menyebutkan, bahwa kita harus menanam bibit tanaman setidaknya satu, untuk menambal jantung bumi dan meningkatkan lagi fungsi paru-paru dunia. Bayangkan , jika setiap satu orang menanam satu pohon. Maka penduduk dunia yang berjumlah sekitar 7,2 milyar, menurut biro sensus Amerika Serikat. Akan menanam lebih 5 milyaran pohon untuk dunia.
Manfaatnya?. Jelas. Pohon adalah elemen yang berperan penting dalam berbagai siklus seperti siklus air, transpirasi dan evapotranspirasi. Siklus udara berupa pengeluaran zat O2 di pagi hari yang bermanfaat bagi pernafasan makhluk hidup. Dan siklus kehidupan lainnya. Jadi mulai sekarang, kita harus terus memupuk kesadaran dalam diri untuk menghargai lingkungan. Karena kita berasal dari lingkungan, apabila lingkungan kita baik maka pribadi akan jadi baik. Sebaliknya, bila lingkungan kita buruk, maka pribadi kita akan sama. Sekian.(IQ)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar