Essay:
“Satu
Pohon untuk Jantung Bumi”
(Ifrahil
Qolby, SMAIT IQRA’ Bengkulu)
Reboisasi?.
Mungkin kita sering mendengar kata itu. Penghijauan kembali kawasan yang telah
tandus oleh bibit-bibit tanaman. Bahkan ada beberapa khalayak yang sudah timbul
kesadarannya untuk terjun langsung dalam proses reboisasi. Menanam kembali
tanaman, menghijaukan, dan merawatnya jika sudah mulai tumbuh, menjaga dengan
sepenuh hati. Namun, berapa persenkah dari milyaran penduduk
dunia yang benar-benar turut andil?. Ternyata kurang dari 10% saja!.
Mengapa
demikian?, banyak factor yang mempengaruhi. Mulai dari tingkat kepedulian yang
masih rendah, berpendapat bahwa perbuatan cinta lingkungan itu hanyalah hal
yang membuang waktu, tenaga, dan energi. Apalagi di era modern ini, manusia
tidak lagi dituntut untuk “menghormati alam”. Aneka macam teknologi telah menyebar rata ke pelosok benua sekalipun. Sehingga
timbullah berbagai ideologi yang sesat. “untuk apalagi bahan dari alam, kalau
semua sudah disediakan oleh mesin?”. “hanya orang berusia lanjut dan tidak
modern yang terlalu memperhatikan lingkungan.”
Bila
ada yang ber-argumen seperti itu, ingin rasanya menjawab. “walau semua sudah
tersedia oleh mesin, setidaknya ‘kita’ adalah makhluk asli dari alam, bukan
robot”. Dan “mungkin kau sudah lupa, kita adalah manusia yang makan makanan
dari hewan juga sayuran, bukan oli dan mur!”. Sudah menjadi tanggung jawab kita
sebagai makhluk paling berakal yang diciptakan Tuhan di bumi, untuk merawat
pemberianNya yang agung.
Di
dunia kini telah terjadi berbagai peristiwa yang bisa dibilang gawat. Menurunnya
fungsi paru-paru dunia, mencairnya es di
kutub, global warming, dan masih banyak lagi. Andai saja segala peristiwa itu
masih terjadi, dan makin parah. Mungkin 20 atau 30 tahun kedepan, wajah generasi
manusia selanjutnya, akan berubah seperti monster. Karena tidak adanya lagi air
bersih, asupan makanan yang sehat, oksigen untuk dihirup, juga udara yang
bersih. Maukah itu terjadi?
Berbagai
organisasi lingkungan menyebutkan, bahwa kita harus menanam bibit tanaman
setidaknya satu, untuk menambal jantung bumi dan meningkatkan lagi fungsi
paru-paru dunia. Bayangkan , jika setiap satu orang menanam satu pohon. Maka penduduk
dunia yang berjumlah sekitar 7,2 milyar, menurut biro sensus Amerika Serikat. Akan
menanam lebih 5 milyaran pohon untuk dunia.
Manfaatnya?.
Jelas. Pohon adalah elemen yang berperan penting dalam berbagai siklus seperti
siklus air, transpirasi dan evapotranspirasi. Siklus udara berupa pengeluaran
zat O2 di pagi hari yang bermanfaat bagi
pernafasan makhluk hidup. Dan siklus kehidupan lainnya. Jadi mulai sekarang,
kita harus terus memupuk kesadaran dalam diri untuk menghargai lingkungan. Karena
kita berasal dari lingkungan, apabila lingkungan kita baik maka pribadi akan
jadi baik. Sebaliknya, bila lingkungan kita buruk, maka pribadi kita akan sama.
Sekian.(IQ)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar